Berita

Dua Gerhana Bulan Total tahun 2011

diposting oleh Admin | Jumat, 10 Mei 2013 | 13:48:48 | dibaca 7266

Setiap tahun dapat berlangsung gerhana Bulan dan gerhana Matahari, namun tidak semua gerhana tersebut dapat disaksikan dari wilayah Indonesia. Pada tahun 2011 penduduk di wilayah Indonesia berkesempatan menyaksikan dua gerhana Bulan Total. Pertama adalah gerhana Bulan Total 15 – 16 Juni 2011 (GBT Juni 2011) dan gerhana Bulan Total 10 Desember 2011 (GBT Desember 2011).  Dalam setahun kalendar Masehi paling banyak bisa berlangsung 2 gerhana Bulan dan 5 gerhana Matahari atau 3 gerhana Bulan dan 4 gerhana Matahari. Dalam tahun 2011 terdapat 2 gerhana Bulan dan 4 gerhana Matahari. Dua gerhana Bulan tahun 2011 dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, sedang 4 gerhana Matahari tahun 2011 tidak bisa disaksikan dari wilayah Indonesia.

Gerhana Bulan dan gerhana Matahari berlangsung pada musim gerhana, yaitu di saat kedudukan Matahari di dekat salah satu titik simpul orbit Bulan terhadap ekliptika. Dalam setahun kalendar Syamsiah, bisa berlangsung tiga kali musim gerhana, pada bulan Januari, pada bulan Juni – Juli dan pada bulan November- Desember. Pada tahun 2011  empat gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan terbagi dalam tiga musim gerhana: pertama GMS tanggal 4 Januari 2011 (ijtimak akhir Muharram 1432 H jam 16:04 wib), kedua GMS 1 Juni 2011 (ijtimak akhir Jumadil Ula 1432 H, 2 Juni 2011 04:04 wib), GBT 15 – 16 Juni 2011 (pertengahan Rajab 1432 H) dan GMS 1 Juli 2011 (ijtimak akhir Rajab 1432 H 1 Juli 2011 15:55 wib), dan yang ketiga GMS 25 Nov 2011 (ijtimak akhir Dzullhijjah 1432 H, 25 Nov 2011 13:11 wib) dan GBT 10 Desember 2011 (pertengahan Muharram 1433 H). 

Berbeda dengan gerhana Matahari untuk menyaksikannya perlu alat bantu penapis cahaya Matahari, sedang untuk menyaksikan gerhana Bulan bisa dilakukan tanpa alat bantu, melalui mata bugil manusia. Sinar Matahari terlalu kuat untuk bisa disaksikan dengan mata bugil manusia, karena bisa menyilaukan hingga merusak sel retina mata dan menimbulkan cacad permanen kebutaan mata, sedang cahaya Bulan Purnama jauh lebih lembut sehingga masih aman untuk mata manusia. Gerhana Bulan tidak berbahaya ditatap oleh mata bugil manusia dan mudah dicari di langit karena Bulan Purnama merupakan obyek yang paling terang di langit malam. Penggunaan teleskop untuk pengamatan Bulan juga tidak banyak persaratan, kemungkinan yang akan dihadapi bagi pengguna teleskop akan menyaksikan citra Bulan purnama melalui okuler menjadi lebih terang dan lebih kuat cahayanya. Bagi yang akan mengabadikan memerlukan teleskop yang memadai agar hasil citra Bulan cukup besar dan terlihat lebih detail, kemudian citra tersebut bisa diredam dan direkam. Bagi yang ingin merekam sebaiknya berlatih melakukan pengamatan sehari sebelumnya agar bisa memperoleh formula pemotretan dengan kamera digital yang tepat. 

Dua gerhana Bulan tahun 2011 merupakan gerhana Bulan Total, yakni seluruh budaran Bulan berkesempatan berada dalam umbra planit Bumi, bagian dari kerucut bayang – bayang planit Bumi. Kerucut bayang – bayang planit Bumi terbentuk akibat ukuran diameter bola Bumi jauh lebih kecil dari ukuran diameter bola gas pijar Matahari (103 kali diameter planit Bumi). Pada jarak Bumi – Matahari rata – rata panjang kerucut bayang – bayang umbra planit Bumi (dari pusat Bumi hingga ujung puncak kerucut) mencapai 1.387 juta km, sedang jarak Bumi – Bulan 384400 km atau sekitar 0.28 kali panjang umbra Bumi.

Gerhana Bulan Total 15 – 16 Juni 2011 (GBT Juni 2011/GBT Rajab 1432)

Gerhana Bulan Total (GBT) pertama tahun 2011 adalah Gerhana Bulan Total hari Rabu – Kamis tanggal 15 – 16 Juni 2011 (GBT Juni 2011). Di wilayah Indonesia  GBT Juni 2011 dapat disaksikan pada hari Kamis dini hari tanggal 16 Juni 2011. Kalendar Islam merupakan kalendar Bulan atau kalendar Qamariah, awal bulan ditentukan oleh adanya hilal, oleh karena itu dalam kalendar Hijriah GBT Juni 2011 bertepatan dengan pertengahan bulan Rajab 1432 H atau disebut lebih singkat GBT Rajab 1432. GBT Juni 2011/ GBT Rajab 1432 di awali dengan momen gerhana Bulan Penumbra Kamis dini hari 16 Juni 2011 jam 00: 25 wib, pada momen gerhana bulan Penumbra ini sukar dikenali dengan mata bugil, terang purnama seolah belum berubah padahal sebagian sorot Matahari ke Bulan telah terhalang oleh Bumi. Dengan teropong dan detektor yang mempunyai kontras tinggi memungkinan untuk mengamati gerhana Bulan Penumbra. Momen gerhana Bulan Penumbra bisa menjadi alat uji tinggi rendahnya kekontrasan sistem optik dan detektor yang anda pergunakan. Umumnya mata bugil manusia mudah mengenal gerhana Bulan Umbra, bagian bulan purnama nampak hitam, karena 100%  sorot cahaya Matahari di daerah yang hitam tersebut telah ditutup oleh Bumi. Momen gerhana Umbra 16 Juni 2011 akan berlangsung dini hari pada jam 01:22 wib – jam 05: 03 wib. Kemudian Bulan meninggalkan Penumbra pada jam 06:01 wib. Diantara momen gerhana Umbra tersebut terdapat momen gerhana Bulan Total yang akan berlangsung selama 1 jam 41 menit yaitu antara jam 02:22 wib  – 04:03 wib.  Puncak gerhana Bulan Total berlangsung pada jam 03: 13 wib, yaitu ketika posisi pusat bundaran Bulan berada dekat dengan sumbu kerucut Umbra. Pada GBT Juni 2011/ GBT Rajab 1432 termasuk GBT yang tidak sentral, untuk gerhana Bulan sentral pusat bundaran Bulan melewati sumbu kerucut Umbra Bumi. Momen Bulan Purnama yaitu bujur ekliptika Bulan dan Matahari berbeda sebesar 180 derajat akan berlangsung pada 16 Juni 2011 jam 03:15 wib, jadi Bulan Purnama pada bulan Juni 2011 tidak seterang Bulan Purnama biasa, karena Bulan sama sekali tidak menerima sorot cahaya Matahari secara langsung, Bulan hanya memantulkan cahaya Matahari yang dibelokkan oleh angkasa Bumi ke dalam kerucut Umbra Bumi. Jadi terang serta warna Bulan pada momen gerhana Bulan Total sangat ditentukan oleh angkasa planit Bumi. Bila warna Bulan gelap menjadi indikator kandungan debu/aerosol angkasa Bumi cukup banyak dan bila warna Bulan merah cerah angkasa Bumi indikator kandungan debu/aerosol normal.  

Pada momen puncak GBT 16 juni 2011 jam 03:13 wib,  di seluruh Indonesia kedudukan Bulan sudah berada di arah langit Barat dengan tinggi kurang dari 45 derajat. Misalnya di Aceh kedudukan Bulan di langit Barat masih relatif tinggi yaitu 42 derajat, di Yogya tinggi Bulan 36 derajat,  di Jayapura tinggi Bulan hanya 6 derajat, di Manado 19 derajat, di Pontianak 33 derajat, di Bandung 38 derajat dan  di Jakarta 38 derajat. Gambaran kondisi tersebut perlu untuk mencari lokasi pengamatan yang lapang di dekat horizon barat, kalau kita menghadap ke Barat minimal sekitar 50 derajat di sebelah kiri lokasi terbenam Matahari. Di beberapa tempat di Indonesia seperti di Manado dan Jayapura bulan terbenam dalam keadaan gerhana sehingga momen akhir gerhana Bulan tidak bisa diamati di lokasi tersebut.

Gerhana Bulan Total 10 Desember 2011 (GBT Desember 2011/GBT Muharram 1433)

Gerhana Bulan kedua tahun 2011 adalah Gerhana Bulan Total 10 Desember 2011 atau disingkat GBT Desember 2011, karena berlangsung pada pertengahan bulan Muharram 1433 H maka dapat disebut GBT Muharram 1433.  GBT Muharram 1433/GBT Desember 2011 diawali dengan momen gerhana Penumbra pada jam 18:34 wib kemudian disusul dengan momen gerhana Umbra pada jam 19:45 wib – jam 23: 18 wib, kemudian momen gerhana penumbra berakhir pada tanggal 11 Desember 2011 jam 00:30 wib. Momen gerhana Bulan Total berlangsung selama 53 menit, mulai jam 21:05 wib hingga jam 21:58 wib. Puncak gerhana Bulan Total berlangsung pada jam 21:32 wib, sekitar 5 menit sebelum momen Bulan Purnama berlangsung pada tanggal 10 Desember 2011 pada  jam 21:37 wib.

GBT Juni 2011/GBT Rajab 1432  selain dapat disaksikan di wilayah Indonesia juga di kawasan negera – negara Asean, Jepang, Cina, Australia, India, Pakistan, Banggaladesh, Asia Tengah Iran, Afganistan, Mekah dan negeri – negeri kawasan Timur Tengah, Afrika, sebagian Amerika Latin dan Eropa.  Pada GBT Juni 2011/GBT Rajab 1432 kedudukan Matahari di belahan langit utara kawasan kutub Selatan berkesempatan untuk menyaksikan GBT Juni 2011 dengan baik, sedang sebaliknya di kawasan kutub utara tidak bisa menyaksikannya. Sebaliknya pada GBT Desember 2011/GBT Muharram 1433, kedudukan Matahari di belahan langit selatan kawasan kutub Utara berkesempatan untuk menyaksikan GBT Desember 2011 dengan baik, sedang sebaliknya di kawasan kutub selatan tidak bisa menyaksikannya. GBT Desember 2011/GBT Muharram 1433 selain dapat disaksikan di wilayah Indonesia juga dapat disaksikan di kawasan negera – negara Asean, Australia, Jepang, Cina, Rusia, Eropa, India, Pakistan, Banggaladesh, Asia Tengah Iran, Afganistan, Mekah dan negeri – negeri kawasan Timur Tengah, Afrika kecuali Afrika Timur dan Amerika Serikat dan Canada.

Gerhana Matahari tahun 2011

Sedang empat gerhana Matahari Sebagian (GMS) pada tahun 2011 tidak bisa disaksikan dari wilayah Indonesia. Ke empat gerhana Matahari tersebut adalah GMS tanggal 4 Januari 2011 (ijtimak akhir Muharram 1432 H jam 16:04 wib), GMS 1 Juni 2011 (ijtimak akhir Jumadil Ula 1432 H, 2 Juni 2011 04:04 wib), GMS 1 Juli 2011 (ijtimak akhir Rajab 1432 H 1 Juli 2011 15:55 wib), dan GMS 25 Nov 2011 (ijtimak akhir Dzullhijjah 1432 H, 25 Nov 2011 13:11 wib).  
Pertama: Gerhana Matahari Sebagian (GMS) tanggal 4 Januari 2011, GMS 4 Januari 2011 mencapai maksimum jam 15:50 wib (ijtimak akhir Muharram 1433 H : 4 Januari 2011 jam 16:04 wib),  Gerhana Matahari Sebagian (GMS) tanggal 4 Januari 2011 tidak bisa disaksikan dari wilayah Indonesia. Kawasan yang bisa menyaksikan adalah kawasan Afrika Utara, Timur Tengah (Arab Saudi, Iraq, Iran, Afghanistan), sebagian Eropa, sebagian wilayah Rusia. 

Kedua: Gerhana Matahari Sebagian (GMS) tanggal 1-2 Juni 2011, GMS 2 Juni 2011 mencapai maksimum jam 04:16 wib (ijtimak akhir Jumadil Ula 1432 H: 2 Juni 2011 jam 04:04 wib),  Gerhana Matahari Sebagian (GMS) tanggal 1 Juni 2011 tidak bisa disaksikan dari wilayah Indonesia. Kawasan yang bisa menyaksikan adalah kawasan Kutub Utara, Sebagian wilayah Utara Kanada, sebagian wilayah Rusia, Korea Utara/Selatan.

Ketiga : Gerhana Matahari Sebagian (GMS) tanggal 1 Juli 2011 (ijtimak akhir Rajab 1432 H 1 Juli 2011 15:55 wib), GMS 1 Juli 2011 mencapai maksimum jam 15:38 wib (ijtimak akhir Rajab 1432 H: 1 Juli 2011 jam 15:55 wib), Gerhana Matahari Sebagian (GMS) tanggal 1 Juli 2011 tidak bisa disaksikan dari wilayah Indonesia. Kawasan yang bisa menyaksikan adalah samudera India di dekat kawasan Kutub Selatan.

Keempat: Gerhana Matahari Sebagian (GMS) tanggal 25 Nov 2011, GMS 25 Nov 2011 mencapai maksimum jam 13:20 wib (ijtimak akhir Dzullhijjah 1432 H: 25 Nov 2011 jam 13:11 wib). Gerhana Matahari Sebagian (GMS) tanggal 25 Nov 2011 tidak bisa disaksikan dari wilayah Indonesia. Kawasan yang bisa menyaksikan adalah samudera India di dekat kawasan Kutub Selatan dan kawasan Kutub Selatan.

 

Lembang, 13 Juni 2011
Moedji Raharto
Observatorium Bosscha dan Kelompok Keahlian Astronomi FMIPA ITB