Berita

Kemenag Sumbar Perkirakan Satu Ramadhan Tanggal 10 Juli 2013

diposting oleh Administrator | Selasa, 25 Juni 2013 | 20:53:23 | dibaca 6704

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Sumbar telah memperhitungkan bahwa satu Ramadhan akan jatuh pada tanggal 10 Juli. Meskipun demikian, hal tersebut belum dapat dipastikan sebelum dilakukannya rukyat. Di mana rukyat adalah aktivitas untuk mengamati visibilitas hilal. Perkiraan yang dilakukan oleh Kakanwil Kemenag Sumbar tersebut berasal dari pengamatan ketinggian hilal yang tidak mencapai satu derajat, di mana hilal hanya memiliki ketinggian 0 derajat 27 menit. Sehingga sangat kecil kemungkinan untuk keberhasilan rukyat yang jatuh pada 29 Syaban (9 Juli pada tahun masehi).

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kabid Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Damri Tanjung, Selasa (25/6). Menurutnya, perkiraan yang telah dikeluarkan oleh Kanwil Kemenag Sumbar tersebut, telah mendapatkan sokongan, dan persetujuan. "Ini telah mendapatkan dukungan dari beberapa kelompok seperti Kampus IAIN, pengadilan agama, dan beberapa ormas islam pada saat diselenggarakannya musyawarah hisab dan rukyat di Axana Hotel (7/6)," katanya. Damri juga menceritakan, bahwa dalam musyawarah yang dilakukan tersebut, yang mengemukakan pendapat berbeda tentang satu Ramadhan di Sumbar adalah dari Muhammadiyah, melalui cara hisabnya. Yaitu cara yang dilakukan dengan cara melakukan perhitungan secara matematis untuk menentukan awal bulan Ramadhan. "Pada musyawarah itu Muhammadiyah memang mengemukakan hal yang berbeda dalam penentuan satu Ramadhan. Namun, yang menggembirakan adalah mereka sepakat bahwa dalam penentuan satu Syawal, pendapat mereka sama, yaitu satu Syawal akan jatuh pada tanggal 8 Agustus," jelasnya.

Selain itu, Damri menjelaskan bahwa dalam melakukan rukyat dalam mengamati munculnya hilal, tim Kanwil Kemenag akan melakukannya pada 8 Juli mendatang. Di mana rukyat akan dilakukan di Bukit Lampu, Padang, Sumatera Barat. "Ini belum menjadi suatu keputusan yang pasti. Karena hasil dari rukyat yang kami lakukan akan langsung dikirimkan ke pusat pada saat itu juga. Sama dengan provinsi lainnya di seluruh Indonesia, untuk dilakukannya pembicaraan di tingkat Kementerian Agam RI," imbuhnya mengakhiri. (*)

Sumber: padang-today.com