|
|
BHR Rembang |
|
BHR Rembang | |
| |
|
|
Visi, Misi dan Tujuan BMKG
Dalam rangka mendukung dan mengemban tugas pokok dan fungsi serta memperhatikan kewenangan BMKG agar lebih efektif dan efisien, maka diperlukan aparatur yang profesional, bertanggung jawab dan berwibawa serta bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), disamping itu harus dapat menjunjung tinggi kedisiplinan, kejujuran dan kebenaran guna ikut serta memberikan pelayanan informasi yang cepat, tepat dan akurat. Oleh karena itu kebijakan yang akan dilakukan BMKG Tahun 2010-2014 adalah mengacu pada Visi, Misi, dan Tujuan BMKG yang telah ditetapkan.
Visi
Mewujudkan BMKG yang handal, tanggap dan mampu dalam rangka mendukung keselamatan masyarakat serta keberhasilan pembangunan nasional, dan berperan aktif di tingkat Internasional.
Terminologi di dalam visi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
- Pelayanan informasi meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika yang handal ialah pelayanan BMKG terhadap penyajian data, informasi pelayanan jasa meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika yang akurat, tepat sasaran, tepat guna, cepat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan
- Tanggap dan mampu dimaksudkan BMKG dapat menangkap dan merumuskan kebutuhan stakeholder akan data, informasi, dan jasa meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika serta mampu memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa;
- Tanggap dan mampu dimaksudkan BMKG dapat menangkap dan merumuskan kebutuhan stakeholder akan data, informasi, dan jasa meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika serta mampu memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa;
- Tanggap dan mampu dimaksudkan BMKG dapat menangkap dan merumuskan kebutuhan stakeholder akan data, informasi, dan jasa meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika serta mampu memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa;
Tanggap dan mampu dimaksudkan BMKG dapat menangkap dan merumuskan kebutuhan stakeholder akan data, informasi, dan jasa meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika serta mampu memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa;
Misi
Dalam rangka mewujudkan Visi BMKG, maka diperlukan visi yang jelas yaitu berupa langkah-langkah BMKG untuk mewujudkan Misi yang telah ditetapkan yaitu :
- Mengamati dan memahami fenomena meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika.
- Menyediakan data, informasi dan jasa meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika yang handal dan terpercaya.
- Mengkoordinasikan dan memfasilitasi kegiatan di bidang meteorologi, klimatologi , kualitas udara dan geofisika.
- Berpartisipasi aktif dalam kegiatan internasional di Bidang meteorologi, klimatologi , kualitas udara dan geofisika.
Secara lebih rinci, maksud dari pernyataan misi di atas adalah sebagai berikut :
- Mengamati dan memahami fenomena meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika artinya BMKG melaksanakan operasional pengamatan dan pengumpulan data secara teratur, lengkap dan akurat guna dipakai untuk mengenali dan memahami karakteristik unsur-unsur meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika guna membuat prakiraan dan informasi yang akurat;
- Menyediakan data, informasi dan jasa meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika kepada para pengguna sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka dengan tingkat akurasi tinggi dan tepat waktu;
- Mengkoordinasi dan Memfasilitasi kegiatan sesuai dengan kewenangan BMKG, maka BMKG wajib mengawasi pelaksanaan operasional, memberi pedoman teknis, serta berwenang untuk mengkalibrasi peralatan meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika sesuai dengan peraturan yang berlaku
- Berpartisipasi aktif dalam kegiatan internasional artinya BMKG dalam melaksanakan kegiatan secara operasional selalu mengacu pada ketentuan internasional mengingat bahwa fenomena meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika tidak terbatas dan tidak terkait pada batas batas wilayah suatu negara manapun.
Tujuan
Tujuan Rencana Strategis BMKG diarahkan untuk mempercepat pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan berdasarkan pemikiran konseptual analitis, realitis, rasional dan komprehensif dan perwujudan pembangunan dalam langkah-langkah yang sistemik dan bertahap dalam suatu perencanaan yang bersifat strategis. |
|
BMKG | |
| |
|
|
Di dalam relung-relung kedalaman luas alam semesta, beberapa pernik-pernik mikro debu dan gas saling berinteraksi melalui gaya gravitasi satu dengan yang lain. Dinamika ini menyebabkan tarikan debu-debu mikro lainnya yang akhirnya melahirkan sistem dengan struktur kompleks.
Proses evolusi itu berkesinambungan selama berpuluh juta bahkan bermiliar tahun, untuk melahirkan obyek-obyek langit yang eksotik seperti sebuah planet, bintang atau galaksi. Suatu kala dengan langkah hidup yang jauh di luar jangkauan pencapaian ilmu pengetahuan dan peradaban manusia. Tersurat bahwa dalam alam makro kosmos rentang waktu dan ukuran spasial (berhubungan dengan ruang) belumlah diketahui tepian fisisnya. Wajarlah kemudian terbetik pertanyaan mungkinkah ilmu pengetahuan manusia yang masih seumur kecambah dapat merambah desain akbar alam semesta ini?
Sebagai gambaran adalah jarak Bumi-Matahari dalam satuan kecepatan cahaya 300.000 km per detik ditempuh dalam waktu hanya sekitar 8 menit. Waktu yang setara dengan 150 juta km. Sedangkan jarak menuju galaksi terdekat, yaitu galaksi Andromeda sebesar 3 juta tahun cahaya. Denyutan orde menit tidaklah berarti dengan orde juta tahun. Skala jagat raya membuat sistem tata surya ibarat debu yang terabaikan. Bahkan kerusakan yang diperbuat manusia terhadap lingkungan hidupnya sendiri di Bumi, sama sekali tidak menimbulkan perturbasi (gangguan) sedikitpun terhadap fenomena fisis alam dan roda-roda evolusinya. Apakah hasil-hasil analisis observasi astrofisika manusia tiga abad terakhir dapat memahami mekanisme ataupun proses-proses fisika kimia yang mempunyai sidik jari universal untuk dapat dipakai merekonstruksi desain alam ini? Akankah manusia dapat menjawab nalurinya sendiri tentang asal-usul jagat tampak ini?
Kurir informasi dan Teknologi
Ilmu pengetahuan bidang astronomi mempelajari, memahami dan memprediksi fenomena ataupun proses fisis dan kimia yang terjadi dalam alam semesta. Isi alam semesta tidak lain berupa partikel-partikel elementer sampai dalam bentukan nebula, planet, bintang, galaksi, dll. Informasi dari obyek langit dibawa kurir dari segenap penghuni di tepian penjuru alam semesta. Salah satu kurir informasi bernama foton ini diterima untuk kemudian diubah dalam bentuk sinyal-sinyal (analog atau dijital) oleh pengamat di bumi. Model-model fisis selanjutnya direkonstruksi dan prediksi berbasis integrasi data observasi terkini dikemukakan oleh para astrofisikawan. Observasi terus dilakukan untuk validasi dan pengembangan model dan teori yang ada. Demikianlah siklus ilmu pengetahuan tentang astrofisika. Selain peran pentingnya dalam ilmu pengetahuan fundamental, astronomi juga merupakan jembatan pembelajaran multi disiplin. Tidak hanya astronomi berinterseksi dengan fisika partikel untuk permasalahan keadaan dini alam semesta dan tahap lanjut evolusi interior benda-benda langit, tetapi juga memiliki kaitan yang erat dengan kimia, biologi, geologi, cuaca dan iklim kebumian, sampai pengembangan teknologi lanjut.
Mempelajari alam semesta adalah cermin dari sebuah naluri mencari asal-usul Bumi tempat berpijak dan beranak pinak, serta untuk mengetahui posisi kita dalam ketiadaan tepi kosmik. Hal ini secara sistematik menjadi titian untuk ekspresi jati diri tentang keindahan dan pencarian keluasan arti kebenaran. Secara sosial, informasi alam semesta ini juga membantu mentransformasikan tata nilai masyarakat dari berbudaya takhayul/irasional, untuk bersikap kritis terhadap astrologi atau pengetahuan maya, dan bersikap lebih rasional.
Sebuah observasi astrofisika merupakan strategi yang terencana rapi untuk mengumpulkan informasi, mengukur variabel dan parameter fisis yang didapatnya dan menganalisis untuk hasil yang sesuai dengan acuan-acuan dasar keilmuan. Data observasi tidaklah dibuang, akan tetapi disimpan untuk telaah lanjut di kemudian hari atau untuk bekal generasi mendatang. Informasi atau lebih tepat dikatakan energi yang berasal dari obyek langit dibawa oleh kurir berupa gelombang elektromagnetik atau gelombang lain. Dalam perjalanan menempuh ruang dan waktu alam semesta, informasi dapat termodifikasi. Bentuk energi terakhir inilah yang kita amati untuk memberikan gambaran alam semesta. Informasi yang datang mempunyai spektrum energi yang sangat lebar. Tidaklah mungkin kita melakukan observasi untuk menangkap informasi secara simultan.
Perkembangan ilmu pengetahuan astrofisika sangatlah bergantung kepada bagaimana penerapan teknologi lanjut yang sesuai. Penyerapan, adaptasi dan transformasi teknologi akan mengubah cara analisis data untuk memperoleh kesimpulan ataupun tantangan baru. Pengetahuan dan teknologi instrumentasi dan detektor yang dipergunakan menangkap informasi berkembang pesat menjadi bidang kajian baru, demikian pula teknik analisis citra. Sehingga tidaklah heran bahwa ilmu pengetahuan astrofisika berkaitan erat dengan perkembangan teknologi bidang displin ilmu lain, seperti mekanik, elektronika, komputasi, dll. Limitasi teknologi berkorelasi langsung dengan ungkapan pemahaman fenomena fisis yang dapat dilakukan.
Dalam lingkup keingintahuan memperoleh informasi astrofisika jagat raya yang lebih besar, pemilihan strategi adaptasi teknologi dan biaya yang harus ditanggung harus diperhitungkan dengan matang. Di sinilah terlihat peran nilai-nilai universal ilmu pengetahuan, sehingga mensinergikan banyak negara dalam sebuah konsorsium. Perlu diingat pula bahwa setiap pengamat menerapkan teknik observasi berarti pula telah dilakukan filter terhadap informasi yang datang. Walaupun demikian informasi astrofisika mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, sekaligus mempunyai potensi ilmu pengetahuan dan aplikasi teknologi lanjut. Semuanya membawa peradaban manusia yang lebih terbuka wawasan keilmuannya.
Observatorium Bosscha dan Pendidikan Formal
Observatorium Bosscha, seperti umumnya observatorium lain di dunia, adalah suatu organisasi dengan ciri-ciri spesifik yang bernuansa internasional. Kaidah-kaidah ilmiah acuan global terpadu dengan nilai-nilai historis dan lingkungan telah mendasari nafas kehidupan Observatorium Bosscha. Detak-detak jantung kebenaran nilai-nilai ilmu pengetahuan itu harus dilestarikan dan perlu dikelola secara terarah, integratif dan profesional. Secara operasional administratif, observatorium ini berada di bawah pengelolaan Departemen Astronomi, FMIPA (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), ITB.
alam usianya yang sudah mencapai 80 tahun, fungsi utama sebuah observatorium masih tetap dipertahankan sebagai laboratorium penelitian. Dukungan lingkungan hidup yang asri akan memberikan hasil-hasil penelitian yang dapat diterjemahkan menjadi informasi yang sangat bermanfaat bagi pendidikan masyarakat luas. Sebagai pusat penelitian dan pengembangan basic space science, salah satu misinya adalah mencerdaskan kehidupan dan pendidikan bangsa. Pencarian kebenaran ilmu pengetahuan merupakan naluri dan kebutuhan umat manusia, oleh karena itu Observatorium Bosscha terbuka bagi pendidik dan anak didik untuk memperoleh informasi alam semesta. Ilmu pengetahuan tidak layak dijejalkan dalam porsi kurikulum yang masif. Demikian pula anak didik tidak bisa dicetak menjadi peraih hadiah Nobel untuk misal 10 tahun ke depan, tanpa dibarengi dengan pembangunan sistematis sumber daya manusia dan infrastruktur ilmu pengetahuan itu sendiri. Budaya sesuai kaidah ilmu pengetahuan yang logis, kritis dan terbuka selayaknya dimulai dari lingkungan mikro, yaitu keluarga untuk selanjutnya watak dan perilaku dengan ciri tersebut akan membentuk peradaban baru.
Untuk mendukung ketersediaan sumber daya manusia bidang basic space science yang profesional, maka perlu diadakan pendidikan tinggi. Pendidikan setingkat S1 telah ada di bumi Indonesia hampir bersamaan dengan berdirinya lembaga yang kini bernama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Institut Teknologi Bandung, lebih dari setengah abad yang lalu. Hal ini juga sangat terkait dengan keberadaan Observatorium Bosscha (berdiri 1 Januari 1920), yang sampai saat ini masih merupakan satu-satunya observatorium besar di kawasan Asia Tenggara. Demikian pula, perwujudan pendidikan tinggi astronomi menjadi Departemen Astronomi, ITB, juga masih merupakan satu-satunya lembaga yang melakukan pendidikan astronomi di Indonesia.
Dewasa ini, Departemen Astronomi juga telah mengembangkan pendidikan di tingkat Magister, yang menerima lulusan sarjana dari berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Calon sarjana dipersiapkan memiliki dasar pengetahuan sains yang kokoh, memiliki wawasan progresif serta adaptif terhadap bidang-bidang terapan yang terkait, serta tanggap terhadap perkembangan sains dan teknologi. Pengalaman menunjukkan bahwa para sarjana astronomi tidak saja siap melanjutkan studi di jenjang yang lebih tinggi, baik di bidang astronomi maupun bidang-bidang terkait, tetapi juga cepat beradaptasi di dunia kerja, apapun bidang pekerjaan tersebut, dengan prestasi yang baik. Hal ini karena proses pendidikan diupayakan untuk membentuk pola berfikir mahasiswa serta metodologi bekerja secara terstruktur, progresif, adaptif dan bertanggung-jawab.
Di garis depan, astronomi berkembang karena penelitian dari ilmu itu sendiri, serta interaksinya dengan berbagai elemen yang membangun astronomi sebagai disiplin ilmu maupun peran sertanya dalam peradaban dan kebudayaan umat manusia yang semakin lama semakin mendunia. Pendidikan ini harus mampu membangkitkan partisipasi yang aktif. Kecenderungan perkembangan pendidikan dan penelitian astronomi di dunia internasional merupakan rujukan utama dari penyelenggaraan pendidikan ini. Yang dimaksud pendidikan di sini adalah di semua jenjang, dari sekolah dasar sampai program doktoral, maupun pendidikan di luar bangku sekolah.
Di negara-negara yang telah ‘mapan’, banyak terdapat asosiasi astronomi dan pemerintah daerah yang peduli terhadap perkembangan/kemajuan pendidikan astronomi, termasuk mencegah meluasnya polusi cahaya. Berbagai lembaga ilmu pengetahuan (termasuk PBB) juga berkontribusi penting dengan membentuk komisi-komisi khusus yang bertugas merancang pendidikan astronomi untuk pengembangan ilmunya sendiri maupun dalam kaitannya dengan bidang-bidang lain. Peserta didik yang kelak mengikuti proses pendidikan ini diharapkan tidak saja menyinari pendidikan dan penelitian astronomi, dan bidang-bidang terkait, tetapi juga pendidikan astronomi di tingkat sekolah dasar dan menengah. Pada akhirnya, tingkat apresiasi masyarakat terhadap sains akan semakin meningkat.
Obervatorium Bosscha mempunyai peran sebagai cagar ilmu pengetahuan dan cagar budaya dengan fungsi untuk membuka tabir desain akbar alam semesta yang masih jauh untuk diketahui. Demikian pula ilmu pengetahuan dan teknologi masih terlampau dini untuk menjangkau tepiannya. Suatu kesalahan fatal jika kita sudah merasa telah mengetahui banyak hal dengan tingkatan ilmu dan teknologi sekarang, padahal masih banyak ketidakjelasan yang ditemui. Sisi lain yang tidak kalah pentingnya adalah pengetahuan keagamaan sebagai pedoman pengembangan lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus teman seiring jalan menembus relung kedalaman alam semesta.
Di balik itu semua tuntutan kebutuhan masyarakat terhadap dahaga informasi dan pendidikan basic space science masih sangat tinggi, sehingga diperlukan dukungan dari semua pihak untuk bersama-sama memberikan layanan informasi terbaik. Apresiasi itu adalah tanggung-jawab untuk lebih meningkatkan layanan dalam pemenuhan naluri dan kebutuhan akan kebenaran ilmu pengetahuan. Manifestasi dari integrasi agama, ilmu pengetahuan dan teknologi akan memperbaharui peradaban yang sesuai dengan fitrah dan naluri manusia untuk menegakkan tonggak-tonggak kebenaran.
oleh : Dr. Dhani Herdiwijaya |
|
BOSSCHA ITB | |
| |
|
|
|
|
CASA As-Salaam Solo | |
| |
|
|
VISI
“Terwujudnya masyarakat Indonesia yang TAAT BERAGAMA, RUKUN, CERDAS, MANDIRI DAN SEJAHTERA LAHIR BATIN.”
(Keputusan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2010)
MISI
- Meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
- Meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama.
- Meningkatkan kualitas raudhatul athfal, madrasah, perguruan tinggi agama, pendidikan agama, dan pendidikan keagamaan.
- Meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
- Mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang bersih dan berwibawa.
(Keputusan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2010) |
|
KEMENAG | |
| |
|
|
VISI
Terwujudnya masyarakat informasi yang sejahtera melalui penyelenggaraan komunikasi dan informatika yang efektif dan efisien dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia
MISI
- Meningkatkan kapasitas layanan informasi dan pemberdayaan potensi masyarakat dalam rangka mewujudkan masyarakat berbudaya informasi.
- Meningkatkan daya jangkau infrastruktur pos, komunikasi dan informatika untuk memperluas aksesibilitas masyarakat terhadap informasi dalam rangka mengurangi kesenjangan informasi.
- Mendorong peningkatan aplikasi layanan publik dan industri aplikasi telematika dalam rangka meningkatkan nilai tambah layanan dan industri aplikasi.
- Mengembangkan standardisasi dan sertifikasi dalam rangka menciptakan iklim usaha yang konstruktif dan kondusif di bidang industri komunikasi dan informatika.
- Meningkatkan kerjasama dan kemitraan serta pemberdayaan lembaga komunikasi dan informatika pemerintah dan masyarakat.
- Mendorong peranan media massa dalam rangka meningkatkan informasi yang beretika dan bertanggung jawab serta memberikan nilai tambah pembangunan bangsa.
- Meningkatkan kualitas penelitian dan pengembangan dalam rangka menciptakan kemandirian dan daya saing bidang komunikasi dan informatika.
- Meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bidang komunikasi dan informatika dalam rangka meningkatkan literasi dan profesionalisme.
- Meningkatkan peran serta aktif Indonesia dalam berbagai fora internasional di bidang komunikasi dan informatika dalam rangka meningkatkan citra positif bangsa dan negara.
- Meningkatkan kualitas pengawasan menuju terselenggaranya kepemerintahan yang baik (good governance).
|
|
KEMENKOMINFO | |
| |
|
|
|
|
Kudus Astro Club | |
| |
|
|
| V I S I |
|
| TERWUJUDNYA KEMANDIRIAN DALAM IPTEK PENERBANGAN DAN ANTARIKSA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KEHIDUPAN BANGSA. |
|
| MISI |
|
1.
|
Memperkuat dan melaksanakan pembinaan, penguasaan dan pemanfaatan teknologi roket, satelit dan penerbangan.
|
|
|
2.
|
Memperkuat dan melaksanakan pembinaan, penguasaan dan pemanfaatan teknologi dan data penginderaan jauh.
|
|
|
3.
|
Memperkuat dan melaksanakan pembinaan, penguasaan dan pemanfaatan sains antariksa dan atmosfer.
|
|
|
4.
|
Mengembangkan kajian kebijakan Penerbangan dan antariksa nasional.
|
|
|
5.
|
Mengembangkan sistem manajemen kelembagaan. |
|
|
|
LAPAN | |
| |
|
|
Sebuah kenyataan yang tidak dapat kita dipungkiri bahwa dalam kegiatan ibadah sehari-hari umat Islam, Ilmu Falak atau Hisab-Rukyat adalah ilmu yang sangat berkaitan dan memegang peranan penting. Mulai dari penentuan arah kiblat, pembuatan jadwal shalat, penentuan awal Ramadhan dan 1 Suawal maupun Idul Adha bahkan sampai pengiraan kapan waktu terjadinya peristiwa gerhana saat umat muslim diperintahkan mengerjakan shalat gerhana semuanya tidak dapat dipisahkan dari Ilmu Falak.
Ironisnya di tengah masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim ini, Ilmu Falak kurang diminati untuk dipelajari. Bahkan penentuan awal Ramahan, Syawwal dan Zulhijjah masih menjadi bahan perdebatan yang tak kunjung selesai hingga kini.
Perbedaan di kalangan umat Islam yang seharusnya menjadi rahmat bahkan dapat berakibat sebaliknya yaitu menjadi bencana dengan terpecahnya kesatuan umat Islam. Hal ini semestinya bisa dihindari seandainya masyarakat Indonesia semakin cerdas dalam menguasai Ilmu Falak sehingga dapat disepakati kriteria Tunggal Kalender Islam di Indonesia.
Di sisi lain masalah ketepatan arah kiblat juga menjadi hal yang sangat memprihatinkan di Indonesia. Menurut beberapa survey yang dilakukan terhadap masjid-masjid di Indonesia, sekitar 80% lebih arah kiblat masjid masih salah. Sementara masyarakat kita cenderung mengambil sikat masa bodoh karena menganggap kaidah syar'i membolehkan penentuan kiblat cukup secara perkiraan saja. Belum lagi masalah keawaman masyarakat terhadap awal waktu shalat dan tuntunan syariah saat terjadi gerhana.
Melihat kenyataan tersebut RHI mencanangkan visi dan misi sebagai upaya menghingari atau setidaknya meminimalisir timbulnya konflik masalah syariah yang berkaitan dengan ilmu Falak di kalangan masyarakat kita.
VISI RHI
Menjadi sebuah lembaga pengkajian dan pengembangan ilmu falak yang profesional serta banyak memberikan kontribusi terhadap berkembangnya ilmu falak di Indonesia.
MISI RHI
Menjadikan ilmu falak sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan ilmu agama yang harus dikuasai oleh umat Islam di Indonesia.
TUJUAN RHI
1. Memupuk kesadaran masyarakat akan pentingnya penguasaan ilmu falak sesuai Al Qur'an dan Assunah.
2. Melakukan berbagai kegiatan sosialisi ilmu falak kepada masyarakat.
3. Membangun jaringan rukyat nasional.
4. Terwujudnya kriteria tunggal awal bulan Hijriyah di Indonesia.
5. Melakukan kajian dan pengembangan terhadap metode hisab dan rukyat.
6. Menyediakan Informasi Falak lewat berbagai media.
7. Melayani masyarakat yang memerlukan materi, peralatan maupun tenaga ahli falak.
Untuk visi - misi tersebut, RHI mencanangkan beberapa pokok-pokok pemikiran kegiatan yang menjadi tujuan lembaga ini :
-
Melakukan sosialisai Ilmu Falak (Hisab dan Rukyat) kepada masyarakat khususnya mengenai Penentuan Awal Bulan Hijriyah, Penentuan Awal Waktu Shalat, Penentuan Arah Kiblat dan Penentuan Waktu Gerhana melalui pelatihan-pelatihan, seminar, diskusi, penerbitan media, pameran ilmu falak dan sebagainya.
-
Membangun jaringan koordinasi kegiatan rukyat secara nasional oleh anggota RHI yang tersebar di seluruh kawasan Indonesia setiap menjelang awal bulan Hijriyah serta mengumpulkan laporan melalui media yang mudah diakses.
-
Bekerjasama dengan pemerintah khususnya Departemen Agama RI lewat Badan Hisab dan Rukyat (BHR) baik dari tingkat pusat maupun daerah serta lembaga lain yang memiliki kesamaan visi dan misi dengan RHI melalui kegiatan-kegiatan lapangan maupun pendidikan.
-
Menjadi mediator antara bermacam-macam Kriteria Sistem Kalender Islam yang berkembang di Indonesia misalnya; Kriteria Wujudul Hilal, Imkanurrukyat MABIMS, Rukyatul Hilal, Kriteria LAPAN dsb, untuk bersama menyusun sebuah "Kriteria Tunggal" Sistem Kalender Islam.
-
Mengajukan sebuah proposal "Kriteria RHI" yang merupakan kriteria teoretik awal bulan yang dibangun dari kajian hasil observasi hilal di Indonesia yang dilakukan oleh jaringan rukyat RHI selama beberapa periode.
-
Membangun sistem infomasi falak yang berisi segala sesuatu tentang ilmu falak dan mudah diakses oleh masyarakat yang membutuhkan.
-
Menyediakan infomasi Data Hisab yang akurat kepada masyarakat . Data Hisab Falak meliputi ; Penentuan Awal Bulan Hijriyah, Penentuan Awal Waktu Shalat / Jadwal Imsakiyah, Penentuan Arah Kiblat dan Waktu Terjadinya Gerhana melalui berbagai media.
-
Membantu melayani masyarakat melakukan pengukuran arah kiblat masjid, musholla agar sesuai dengan kaidah-kaidah astronomis dengan memanfaatkan teknik-teknik pengukuran arah kiblat yang benar sehingga didapatkan arah kiblat yang presisi.
-
Melayani kebutuhan masyarakat baik berupa materi, peralatan maupun tenaga ahli hisab rukyat untuk berbagai keperluan yang berhubungan dengan pengembanagn ilmu falak.
-
Mengadakan kegiatan observasi dan penelitian terhadap fenomena benda langit yang berkaitan dengan ilmu falak sehingga dapat digunakan sebagai alat uji akurasi terhadap sistem hisab.
-
Melakukan kajian dan pengembangan terhadap metode hisab dan rukyat dengan pendekatan teknologi sehingga dapat diperoleh hasil hisab yang akurat dan dikembangkannya metode rukyat menggunakan bantuan teknologi.
|
|
Rukyatul Hilal Indonesia | |
| |
|
|
Visi
Menjadi Perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan TIME di kawasan regional.
Misi
• Menyediakan layanan TIME yang berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif.
• Menjadi model pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia.
Tujuan
Menjadi posisi terdepan dengan memperkokoh bisnis legacy dan meningkatkan bisnis new wave untuk memperoleh 60% dari pendapatan industri pada tahun 2015.
Inisiatif Strategi
-
Mengoptimalkan layanan POTS dan memperkuat infrastruktur broadband.
-
Mengkonsolidasikan dan mengembangkan bisnis sambungan telepon nirkabel tidak bergerak/Fixed Wireless Access (“FWA”) serta mengelola portofolio nirkabel.
-
Mengintegrasikan Solusi Ekosistem Telkom Group.
-
Berinvestasi di layanan Teknologi Informasi (TI).
-
Berinvestasi di bisnis media dan edutainment.
-
Berinvestasi pada peluang bisnis wholesale dan internasional yang strategis.
-
Berinvestasi pada peluang domestik yang strategis dengan mengoptimalkan penggunaan aset yang dimiliki.
-
Mengintegrasikan selanjutnya Generation Network (“NGN”) dan Operational support system, Business support system, Customer support system and Enterprise relations management (“OBCE”).
-
Menyelaraskan struktur bisnis dengan pengelolaan portofolio.
-
Melakukan transformasi budaya Perusahaan
|
|
TELKOM | |
| |
|
|
Visi
“ Visi UIN Sultan Syarif Kasim Riau adalah mewujudkan Univesitas Islam Negeri sebagai ktekhnologi, dan seni secara integral di kawasan Asia Tenggara”.
Misi
- Melaksanakan pendidikan dan pengajaran untuk melahirkan sumberdaya manusia yang berkualitas secara akademik dan profesional serta memiliki integritas pribadi sebagai sarjana muslim.
- Melaksanakan penelitian dan pengkajian untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, tekhnologim dan seni dengan menggun akan paradigma islam.
- Memanfaatkan ilmu pengetahuan, tekhnologi dan seni sebagai pengabdian kepada masyarakatdengan menggunakan paradigm islami.
- Menyiapkan sumberdaya manusia serta sarana dan prasarana untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
Karakteristik
- Pengembangan paradigma ilmu yang memberi penekanan pada rasa iman dan tauhid ( belief affection)
- Pengembangan berbagai cabang Ilmu pengetahuan dengan pendekatan religious sehingga nilai-nilai islam menjadi roh bagi setiap cabang ilmu pengetahuan dengan penerapan prinsip Islam dalam Disiplin Ilmu (IDI) sebagai upaya riil mewujudkan integrasi ilmu dengan Islam.
- Penyelenggaraan beberapa disiplin Ilmu untuk mencapai standar kompetensi Ilmu-Imu keislaman yang memperkuat domaian akidah, ibadah, muamalah dan akhlak.
- Pembinaan dan pengembangan lingkungan yang madani sesuai dengan nilai-nilai Islam melalui program Ma’had ‘Aliy.
- Perwujudan keunggulan akademik dan profesionalisme yang didasarkan pada moral keagamaan dalam kehidupan kampus.
- Mengembangkan study Regional Islam Asia Tenggara dan Tamaddun Melayu sebagai pusat keunggulan (center of excellence).
Tujuan
- Menyiapkan peserta didik yang berakhlak mulia menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan dan keunggulan akademik dan/atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan/atau mengaplikasikan Ilmu agama Isla, tekhnologi, seni, dan atau ilmu yang terkait.
- Menggali, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu agama Islam, tekhnologi, seni, dan/atau ilmu lain yang terkait serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan martabat dan taraf kehidupan masyarakat serta memperkaya kebudayaan nasional.
|
|
UIN SUSKA | |
| |
|
|
Visi Universitas Lampung
"Pada Tahun 2025 Unila Menjadi Perguruan Tinggi Sepuluh Terbaik di Indonesia."
Misi Universitas Lampung
- Mewujudkan penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi yang berkualitas.
- Mewujudkan budaya akademik yang kondusif, dinamis, dan bermoral.
- Mewujudkan tata kelola organisasi Unila yang baik (good university governance).
- Mewujudkan aksesibillitas dan ekuitas pendidikan tinggi.
- Menjadi agen perubahan dan menjaga kebenaran dan keadilan bagi kepentingan masyarakat.
- Mewujudkan kerjasama dengan berbagai pihak antara lain pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga nonpemerintah, dalam dan luar negeri, yang saling memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Tujuan Universitas Lampung
- Terwujudnya Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang berkualitas.
- Terbinanya wujudnya budaya akademik yang kondusif, dinamis, dan bermoral.
- Berkembangnya organisasi Universitas Lampung dari tingkatan jurusan, bagian dan program studi, Fakultas, UPT.
- dan Rektorat dengan cara memperkuat organisasi yang berprinsip pada tata kelola organisasi universitas yang baik (good university governance).
- Terwujudnya, aksesibilitas, ekuitas, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan pendidikan tinggi.
- Menjadi agen perubahan dan menjaga kebenaran dan keadilan bagi kepentingan masyarakat.
- Terwujudnya kerjasama dengan berbagai pihak, terutama dengan pemerintah, masyarakat, dan industri yang saling memberikan manfaat.
|
|
UNILA | |
| |
|
|
V I S I
Universitas Mataram mampu menghasilkan lulusan berkualitas Ipteks tinggi, penelitian dan pengabdian yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui dukungan kerjasama yang dilandasi oleh nilai – nilai Imtaq.
M I S I
Untuk mewujudkan visi tersebut, maka ditetapkan empat misi Unram sesuai bidang tugasnya yang dalam implementasinya selalu dilandasi oleh nilai – nilai keimanan dan ketaqwaan ( Imtaq) dan prinsip – prinsip
“ University Governance” keempat misi tersebut :
- Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkualitas dalam rangka menghasilkan sumberdaya manusia berwawasan Ipteks.
- Menyelenggarakan penelitian yang mampu menghasilkan Ipteks yang mendukung kemajuan Pembangunan nasional dan wilayah.
- Menyelenggarakan pengabdian pada masyarakat untuk menerapkan Ipteks hasil pendidikan dan penelitian.
- Menyelenggarakan kerjasama dengan berbagai pihak/lembaga dalam dan luar negeri untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
TUJUAN
1. Tujuan Bidang Pendidikan
a. Menata kelembagaan pendidikan dan pelayanan program studi yang sudah ada dan mengembangkan program studi baru kebutuhan masyarakat, pembangunan nasional dan wilayah.
- Menyediakan sarana, prasarana dan pembiayaan pendidikan yang cukup dan berkualitas.
- Menyediakan program pengembangan dosen dan pegawai non dosen melalui program pendidikan S-2, S-3, promosi Guru Besar, kursus dan pelatihan baik didalam maupun diluar negeri.
- Mengembangkan mekanisme dalam seleksi mahasiswa/mahasiswi baru, pengembangan proses belajar mengajar (PBM) dan pembinaan penalaran dan minat serta bakat.
2. Tujuan bidang Penelitian
- Menata dan mewujudkan kelembagaan penelitian yang sehat dan mampu menghasilkan dan mengembangkan. Memanfaatkan sarana, prasarana dan pembiayaan secara efektif dan efisien dalam pelaksanaan ipteks yang bermanfaat bagi kemajuan masyarakat dan pembangunan nasional.
- Memanfaatkan sarana, prasarana dan pembiayaan secara efektif dan efisien dalam pelaksanaan penelitian dan pengembangan Ipteks.
- Membina sumber daya manusia peneliti dan pengembang ipteks yang profesional dan berdaya saing tinggi.
3. Tujuan Bidang Pengabdian Pada Masyarakat
- Menata dan mengembangkan kelembagaan dan pola kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat agar mampu melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat dan kemajuan masyarakat dan pembangunan nasional.
- Mengusahakan sarana, prasarana dan pembiayaan secara efektif dan efisien dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian Pada Masyarakat.
- Mengembangkan kemampuan dosen dan mahasiswa dalam merencanakan dan mengevaluasi kegiatan pengabdian pada masyarakat.
4. Tujuan Bidang Kerjasama
- Menata dan mengembangkan lembaga kerjasama agar mampu menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai pihak/lembaga ditingkat regional, nasional dan internasional yang mendukung peningkatan kinerja dan mutu unram.
- Meraih peluang pengembangan sumber penerimaan ( revenue generating ) melalui pemanfaatan secara optimal seluruh sumberdaya yang ada.
- Meningkatkan keterampilan dan kemampuan sumberdaya manusia dalam menjalin hubungan kerjasama dengan pihak/lembaga lainnya.
|
|
UNRAM | |
| |
|
|
Visi Misi
Visi
UPI tampil menjadi satu-satunya lembaga pendidikan tinggi di Indonesia yang secara konsisten berkiprah dalam bidang pendidikan. Dalam menanggapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, tuntutan masyarakat dan perubahan global. UPI tampil mengambil inisiatif mengembangkan inovasi pendidikan. Dengan segenap potensi dan sumber daya yang dimiliki, UPI menetapkan visi untuk menjadi:
Universitas Pelopor dan Unggul
(a leading and outstanding university)
Misi
Misi UPI:
- Menyelenggarakan pendidikan untuk menyiapkan tenaga pendidik profesional dan tenaga profesional lainnya yang berdaya saing global.
- Mengembangkan teori-teori pendidikan dan keilmuan lain yang inovatif serta penerapannya, untuk menjadi landasan dalam penetapan kebijakan pendidikan nasional.
- Menyelenggarakan layanan pengabdian kepada masyarakat secara profesional dalam rangka ikut serta memecahkan masalah n asional baik dalam bidang pendidikan, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
- Menyelenggarakan internasionalisasi pendidikan melalui pengembangan dan pengokohan jejaring dan kemitraan pada tingka t nasional, regional, dan internasional.
Tujuan
Secara umum tujuan pendidikan UPI bermuara pada upaya pengembangan manusia yang beriman, bertaqwa, bermoral, berakhlak mulia, berilmu, profesional, religius, dan memiliki integritas dan cinta terhadap bangsa dan negara kesatuan Republik Indones ia. Secara rinci tujuan itu adalah:
- Membina dan mengembangkan mahasiswa untuk menjadi ilmuwan, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan tenaga profesional la innya yang beriman, bertaqwa, profesional, berkompetensi tinggi dan berwawasan kebangsaan.
- Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, olahraga, dan seni.
- Mendukung pengembangan, kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya, dan pendidikan dengan berperan sebagai kekuata n moral yang mandiri.
- Mendukung pembangunan masyarakat yang religius, demokratis, cinta damai, cinta ilmu, dan bermartabat.
|
|
UPI | |
| |